Di tengah kesibukan mereka membimbing generasi muda Desa Berang, para santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy kembali menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di dalam masjid. Pada hari Ahad, 11 Ramadhan 1446 H / 1 Maret 2026 M, sore hari selepas sholat Ashar berjama’ah, Jundan Ahmad Fauzan bersama tiga rekannya—Raihan Nendra, Satria Ramadhan, dan Muhammad Rafa—mendapat undangan istimewa untuk bergabung dalam kegiatan sosial: Bagi-bagi Takjil.
Kegiatan yang digelar tepat di tepi Jalan Lintas Pulau Bangka, depan Masjid Al-Mukhbitin, ini diprakarsai oleh Bapak Sukardi, selaku pengurus masjid sekaligus donatur utama. Namun yang membuat acara ini semakin hangat adalah keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya keempat santri tersebut, para remaja, orang tua dan anak-anak setempat turun tangan menjadi relawan, membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas.
Tampak senyum ramah dan semangat gotong royong mewarnai sore itu. Dengan berlatar jalan raya yang mulai ramai menjelang waktu berbuka, mereka sigap menyodorkan paket takjil kepada para musafir dan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.
Raihan Nendra, yang ikat serta sebagai salah satu relawan, mengungkapkan harapannya di sela-sela kegiatan. “Kami sangat senang bisa diajak serta dalam aksi kecil ini. Semoga takjil yang kami bagikan bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga menjadi amal sholeh bagi kita semua. Terlebih bagi para pengendara yang mungkin sedang dalam perjalanan jauh dan sulit untuk singgah mencari hidangan berbuka,” ujar Nendra.
Kegiatan bagi-bagi takjil ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi di bulan Ramadhan tidak mengenal batas profesi atau usia. Para santri yang sedari awal diutus untuk mendidik, justru ikut belajar tentang arti kepedulian sosial langsung dari masyarakat.
Dengan berakhirnya sore itu, semoga berkah Ramadhan terus mengalir melalui setiap takjil yang dibagikan dan setiap senyum yang tulus dari para relawan cilik hingga santri muda di ujung Bangka.
Satria Ramadhan









