Masjid Al-Mukhbitin – yang terletak di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu malam, 18 Ramadhan 1446 H / 7 Maret 2026 M. Setelah 13 hari penuh keikhlasan mengabdi, kegiatan Pesantren Ramadhan Anak-Anak (PPRA) 1447 H yang diampu oleh empat santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy resmi ditutup.
Acara penutupan yang berlangsung pukul 20.30 hingga 21.00 WIB ini menjadi momen yang mengharukan, tidak hanya bagi para santri pengajar, tetapi juga bagi masyarakat setempat yang selama lebih kurang dua pekan merasakan kehadiran para pemuda tangguh ini.
Empat Santri, Enam Anak, dan Sejuta Cinta
Jundan Ahmad Fauzan, Raihan Nendra, Satria Ramadhan, dan Muhammad Rafa — empat nama yang kini terukir indah di hati masyarakat Desa Berang. Selama 13 hari berturut-turut, dengan penuh kesabaran mereka membimbing 6 orang anak peserta pesantren. Sebuah jumlah yang mungkin kecil di mata dunia, namun sangat besar di mata Allah SWT.
Setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, masjid yang dulunya sunyi kini berubah menjadi taman ilmu yang meriah dengan riuh dan tawa anak-anak. Materi demi materi disampaikan dengan metode yang kreatif dan menyenangkan, seperti: hafalan Al-Quran, do’a sehari-hari , mengenal sifat-sifat Allah, nama-nama malaikat dan tugasnya, kisah para rasul terdahulu, pembiasaan bahasa arab dan inggris.
Malam Penuh Keberkahan
Terakhir adalah sesi foto bersama yang sangat berkesan. Berjejer rapi di dalam masjid, para pengurus setempat, tokoh masyarakat, tim pengajar dari santri Ma’had, dan 6 orang murid peserta saat berfoto bersama. Dalam frame itu, tersimpan ribuan kenangan, peluh perjuangan, dan do’a-do’a yang dipanjatkan.
Meskipun hanya dihadiri oleh belasan orang, keberkahan malam itu terasa hingga ke relung hati terdalam. Masjid Al-Mukhbitin yang sederhana menjadi saksi bisu bagaimana cinta dan keikhlasan menyatukan perbedaan.
Berpisah Raga, Bertaut Do’a & Harapan
Keesokan harinya, Jundan dan tiga rekannya akan kembali ke Palembang. Namun, jejak mereka tak akan hilang di Desa Berang. Di Masjid Al-Mukhbitin yang sunyi, kini akan selalu ada do’a yang dipanjatkan untuk para santri pengabdi, do’a dari enam anak shalih yang pernah disemai hatinya dengan cahaya Al-Qur’an, dan harapan dari masyarakat sekitar yang merindukan kegiatan bermanfaat seperti ini lagi di Ramadhan berikutnya.
Satria Ramadhan












