Suasana sore yang biasanya tenang di Masjid El-Muqoffa berubah menjadi lautan keceriaan pada Ahad, 26 Ramadhan 1447 H. Sebanyak 26 anak-anak dengan rentang usia 4 hingga 13 tahun tampak tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka. Hari itu adalah puncak acara yang dinanti-nanti, yaitu Penutupan Pesantren Ramadhan Anak-Anak (PPRA) yang digelar oleh YPD AKUIS Cabang Kabupaten OKI SP Padang.
Sejak pukul 16.30 WIB, gelak tawa dan celotehan riang memenuhi serambi masjid. Anak-anak duduk dengan mata berbinar, tak sabar menanti momen yang sudah mereka tunggu-tunggu selama sebulan penuh: pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah!
Pembukaan ala SP Padang
Acara dibuka secara resmi oleh Muhammad Wildan, yang merangkap sebagai Ketua Pelaksana sekaligus MC. Dengan logat khas SP Padang yang akrab di telinga, ia memulai sambutan dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan apresiasi kepada peserta yang setia mengikuti kegiatan selama bulan Ramadhan ini.
Namun, momen yang paling mencairkan suasana adalah ketika Wildan melemparkan pertanyaan jenaka kepada para peserta:
“Acara ape kito sore ini?”
Serentak, tanpa komando, puluhan anak-anak menjawab dengan teriakan penuh semangat dan kegembiraan:
“PEMBAGIAAAN HADIAAAAH!”
Suara mereka menggema di seluruh penjuru masjid, disambut tawa hangat dari para orang tua dan ustadz/ustadzah yang hadir. Delapan orang tenaga pengajar yang terdiri dari santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy pun ikut tersenyum melihat antusiasme anak didik mereka.
Nasihat Berharga di Penghujung Kegiatan
Sebelum memasuki acara inti, Ketua Pelaksana memberikan kesempatan kepada Ustadz Budi Sartomo untuk menyampaikan nasihat singkat sekaligus menutup resmi kegiatan PPRA.
Dengan penuh kehangatan, Ustadz Budi Sartomo berpesan kepada anak-anak,
“Rajin-rajinlah menuntut ilmu, karena itu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.”
Beliau mengutip hadits terkenal, Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli Muslim, yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.
Tak ketinggalan, Ustadz Syamsul Karnain, selaku Ketua YPD AKUIS Cabang Kabupaten OKI SP Padang, turut memberikan wejangan,
“Berilmu itu jangan cuma disimpan, tapi harus disampaikan dan diamalkan agar menjadi amal jariyah. Dan selama itu menyampaikan kebenaran, jangan takut disampaikan!”
Puncak Acara: 26 Pasang Mata Berbinar Menanti Namanya Dipanggil
Akhirnya, tibalah saat yang paling dinanti. Muslimah yang bertugas sebagai MC pembagian hadiah mulai bersuara. Ia memimpin jalannya pengumuman pemenang untuk 6 kategori lomba yang telah diadakan selama pesantren, yaitu:
- Lomba Hafalan Surat-surat Pendek
- Lomba Hafalan Do’a Sehari-hari
- Lomba Praktik Bacaan Sholat + Dzikir
- Lomba Pengetahuan Islam (seputar 25 Nabi dan rasul, 10 malaikat, 20 sifat Allah, 12 bulan Hijriah, rukun Islam & iman, 4 khalifah, dan nama keluarga Nabi)
Namun, sebelum nama-nama pemenang disebut, sebuah celoteh polos sontak membuat seluruh hadirin tertawa. Dini, salah seorang peserta, tak kuasa menahan rasa penasarannya. Dengan nada setengah merengek, ia berseru,
“Cepetlah Yuk… bagiin hadiah!”
Pekikan polos Dini disambut gelak tawa para hadirin. Suasana semakin hangat dan penuh keceriaan. Kesabaran anak-anak memang benar-benar diuji, namun celoteh seperti itulah yang justru membuat acara semakin berkesan.
Satu per satu nama pemenang dipanggil ke depan. Wajah-wajah mungil itu berseri-seri saat menerima hadiah. Ada yang melompat kegirangan, ada yang tersipu malu, namun semuanya memancarkan kebahagiaan yang tulus dan tak ternilai. Sorak sorai dari teman-teman serta para guru memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan apresiasi.
Pesan Manis dari Yuk Ama dan Yuk Muslimah
Di sela-sela kegembiraan, Rahmah, yang akrab disapa Yuk Ama, menyempatkan diri memberikan pesan menyentuh kepada adik-adiknya,
“Semoga yang belum menang lebih semangat lagi ke depannya, dan yang menang dipertahankan. Dan untuk adek-adek yang belum dapet hadiah, jangan berkecil hati, ya! Yang dapat hadiah juga jangan sombong yee..”
Pesan manis itu disambung oleh Yuk Muslimah dengan logat khas yang tak kalah hangat,
“Semoga untuk adik-adik ke depannyo yang males-males makin tambah giat belajarnyo, dan yang rajin semoga tetap istiqomah dengan kerajinannya, 🤗”
Nasihat sederhana namun penuh makna ini menjadi penutup yang sempurna sebelum acara beranjak ke penghujung.
Manisnya Kebersamaan: Snack, Foto Bersama, dan Buka Puasa
Sebagai bentuk apresiasi agar tidak ada anak yang merasa minder karena belum mendapatkan juara, panitia membagikan snack kepada seluruh peserta tanpa terkecuali. Semua anak menerima dengan wajah ceria, menghapus rasa kecewa dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, guru, dan pengurus sebagai kenang-kenangan manis. Setelah itu, mereka berbuka bersama (ifthar) di masjid, semakin mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin selama sebulan penuh di bulan Ramadhan ini.
Dengan berakhirnya Pesantren Ramadhan Anak-Anak ini, diharapkan ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama sebulan tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus diamalkan dan menjadi bekal bagi generasi muda Islam di masa depan. Sampai jumpa di Pesantren Ramadhan tahun depan!Selamat kepada seluruh santri, ustadz/ustadzah, dan panitia PPRA YPD AKUIS Cabang Kabupaten OKI SP Padang. Ramadhan 1447 H telah mencatatkan kenangan indah yang tak akan terlupakan!
Muslimah















