Suasana penuh kebanggaan menyelimuti Masjid El-Muqoffa komplek Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Cabang Kabupaten Empat Lawang, Jum’at sore, 24 Ramadhan 1447 H /13 Maret 2026 M. Setelah 16 hari penuh dengan kegiatan ilmiah dan ibadah, Pesantren Ramadhan Anak-Anak (PPRA) 1447 H resmi ditutup. Momen ini bukan sekadar akhir dari sebuah agenda tahunan, melainkan menjadi tonggak semangat baru bahwa YPD AKUIS Cabang Empat Lawang tengah memantapkan diri sebagai lokasi strategis untuk pendirian Pondok Pesantren Berskala Internasional, sesuai dengan program jangka panjang 23 tahun YPD AKUIS.
Kegiatan penutupan yang berlangsung ba’da Ashar hingga menjelang berbuka ini dihadiri oleh Pembina YPD AKUIS Cabang Empat Lawang, Ustadz Arif Husni, serta pengurus yayasan Ustadz Subagyo. Acara dipandu oleh Ustadz Muhammad Khalid, lulusan Ma’had ‘Aqulu eL-Muqoffa yang tengah mengabdi di cabang Empat Lawang.
Data Peserta Meningkat: Tanda Jama’ah Menanti Hadirnya Pesantren
Salah satu kabar menggembirakan yang mencuat dalam laporan penutupan adalah lonjakan jumlah peserta. Jika pada pembukaan lalu tercatat 17 anak, maka pada hari penutupan, jumlah peserta yang konsisten mengikuti kegiatan bertambah menjadi 22 anak. Peningkatan ini menjadi indikator tingginya antusiasme jama’ah Empat Lawang terhadap pendidikan Islam terstruktur. Hal ini semakin menguatkan urgensi dan kebutuhan akan hadirnya sebuah lembaga pendidikan Islam berkelas, yaitu Pondok Pesantren Berskala Internasional yang dicanangkan oleh YPD AKUIS.
Rangkaian Acara Penuh Makna: Semangat Ilmu dan Adab
Ustadz Muhammad Khalid membuka acara dengan sapaan hangat yang disambut meriah oleh 22 peserta. Suasana semakin khidmat saat sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana PPRA, Ustadz Indrajid Ar’rad Qofid.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Indrajid mengutip dua hadits pilar. “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga” (HR. Muslim) dan “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Ia berpesan kepada para peserta, “Di mana pun kalian berada, jika kalian menemukan tempat untuk mencari ilmu, janganlah malu ataupun takut untuk mengikutinya. Terutama ilmu Islam.“ Pesan ini sejalan dengan cita-cita besar YPD AKUIS untuk menghadirkan pusat pendidikan Islam berskala Internasional di Kabupaten Empat Lawang.
Puncak acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penutupan resmi oleh pembimbing, Ustadz Abimanyu Achmad Qofid, yang mewakili Ustadz Zakaria. Sebelum menutup kegiatan, Ustadz Abimanyu menyampaikan nasihat mendalam tentang adab menuntut ilmu berdasarkan QS. Al-A’raf, 7 : 204, serta kisah teladan Nabi Musa AS dan Nabi Khidir yang mengajarkan bahwa puncak ilmu adalah kesabaran.
Apresiasi Prestasi dan Kebersamaan
Setelah rangkaian sambutan, acara memasuki puncak yang paling ditunggu: pembagian hadiah. Beberapa lomba yang digelar selama kegiatan, seperti hafalan do’a sehari-hari, adzan, praktik wudhu dan sholat, kultum, hafalan Al-Quran, serta lomba menggambar dan kaligrafi, menemui puncaknya. Raut wajah ceria terpancar dari para pemenang saat dipanggil maju. Sebagai bentuk apresiasi Yayasan atas semangat belajar yang luar biasa, seluruh 22 peserta tetap mendapatkan hadiah, menegaskan bahwa setiap langkah kecil dalam mencari ilmu adalah kemenangan.
Visi Besar YPD AKUIS
Penutupan Pesantren Ramadhan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru. Keberhasilan penyelenggaraan PPRA dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan, serta pengabdian para lulusan Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy, seperti Muhammad Khalid, Abimanyu Ahmad Qofid, menjadi bukti nyata bahwa YPD AKUIS Cabang Kabupaten Empat Lawang adalah lahan subur yang siap untuk dikembangkan.
Lokasi ini, dengan Masjid El-Muqoffa sebagai pusat kegiatannya, secara perlahan namun pasti tengah dipersiapkan menjadi episentrum pendidikan Islam tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di kancah internasional. Program 23 tahun YPD AKUIS untuk mendirikan Pondok Pesantren Berskala Internasional di cabang Empat Lawang mendapatkan momentumnya, disambut oleh dahaga ilmu dari generasi muda yang ditunjukkan selama bulan Ramadhan ini.
Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta, pengajar, dan pengurus yayasan. Kebersamaan ini kemudian berlanjut pada momen berbuka bersama dan diakhiri dengan sholat tarawih berjama’ah, mengukuhkan bahwa sinar dakwah dan pendidikan terus menyala, menanti hadirnya pesantren internasional yang akan menerangi dunia.
Arimbi Ar’rad Qofid
















