Profil Ma’had ‘Aqu-Lu el-Muqoffa Al-Islamiy

Program Pendidikan Pesantren Berskala Internasional

I. Pendahuluan

Visi besar program ini lahir dari kesadaran bahwa kehidupan manusia sebagai makhluk sosial adalah sunatullah. Setiap individu telah dibekali Allah dengan kemampuan Kemampuan mengenal dengan pancaindra (mudrik), kemampuan menggerakkan tubuh (muharik), dan kemampuan berdaya-guna bagi kepentingan masyarakat dan generasi (muatsir). Bekal ini menuntut tanggung jawab untuk mengelar Al-Quran—mendidik dan mengajarkannya ke dalam ilmu terapan—sebagai realisasi dari firman Allah bahwa bumi diwariskan kepada hamba-Nya yang shalih dan Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi semesta alam (QS. Al-Anbiya’: 105-107).

Namun, realitas menunjukkan hanya sedikit yang termasuk dalam wilayah sabiq bil khoirot. Banyak umat terjebak dalam sikap Islam moderat yang tidak berani menegakkan hukum Allah di tengah pluralitas, sementara dunia dikuasai oleh paham Hedonisme dan Logika. Oleh karena itu, pendirian sebuah lembaga pendidikan mandiri yang berskala internasional ini menjadi jawaban terhadap permasalahan tersebut.

Ma’had ‘Aqu-Lu el-Muqoffa Al-Islamiy hadir sebagai pengejawantahan visi tersebut. Didirikan pada 1 Muharram 1433 H / 26 November 2011 M, Ma’had ini merupakan program utama Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS, yang berlokasi di Jalan Raya Palembang-Pangkalan Balai, Km. 14, Sukajadi Timur, Banyuasin, Sumatera Selatan.

II. Mencetak “Pemimpin Asli yang Ilmiyah Diniyah Kritis”

Berdasarkan pendahuluan di atas, Ma’had merumuskan motto yang tercantum dalam rapor santri: “Pemimpin Asli Ilmiyah, Diniyah, dan Kritis.” Motto ini selaras dengan konsep “muslim adalah subjek” atau “pemimpin asli (informal leader/indigenous leader)” yang dalam hadits disebut “ra’un”.

Tujuan utama Ma’had adalah mencetak generasi yang menjadi mata rantai sejarah perjuangan Islam—sebagai penerus, pelangsung, dan penyempurna—yang diibaratkan “anak panah yang siap dilesatkan dari busurnya”, dengan tiga pilar karakter: 

    1. Ilmiyah: Menguasai ilmu pengetahuan universal, termasuk penguasaan terhadap empat tingkatan ilmu dalam Al-Quran (eksak, abstrak, relatif abstrak, absolut abstrak) dan berbagai ilmu terapan.
    2. Diniyah: Memiliki akidah dan akhlak yang terbina oleh Al-Quran dan Al-Hadits Shahih, kokoh dalam Ad Din Al Khoslish, serta siap menjadi Muttabi’ur rasul.
    3. Kritis: Mampu memunculkan karya dan solusi nyata untuk permasalahan umat, dengan kematangan intelektual (intellectual maturity) dan kepribadian utuh (personal organization), sehingga dapat menjadi pemandu masyarakat dunia.

III. Kurikulum

Sebagai implementasi dari konsep “core curriculum”, Ma’had menerapkan kurikulum mandiri yang sepenuhnya berbasis Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kurikulum dirancang padat dan komprehensif, mencakup 44 mata pelajaran yang diajarkan bertahap. Desain ini bertujuan untuk membangun saling keterkaitan ilmu, mempersiapkan santri menghadapi tantangan Era Globalisasi, serta mengantisipasi berbagai perubahan masa depan. Fokusnya adalah pembentukan sumber daya manusia yang unggul dalam aspek keulamaan, intelektual, pengembangan, dan manajemen organisatoris, sebagai bekal untuk membangun peradaban dan Khilafah di seluruh bangsa-bangsa di dunia ini sesuai dengan petunjuk dan janji Allah.

IV. Fasilitas

Untuk mendukung terwujudnya visi pendidikan berskala internasional, Ma’had dilengkapi fasilitas modern dan terpadu di dalam kompleks yayasan: 

    • Gedung Akademik & Riset: Satu gedung dua lantai (6 lokal kelas), perpustakaan, laboratorium, dan ruang multimedia.
    • Ibadah & Kegiatan: Satu masjid dan gedung serba guna/aula.
    • Akomodasi: Dua gedung asrama terpisah (putra dan putri).
    • Pendukung: Kantor, kantin, serta lapangan olahraga (futsal dan voli).

V. Kepemimpinan

Kepemimpinan operasional hingga tahun 1447 H, diamanahkan kepada: 

    • Mudir (Direktur): Ust. Hendi Rakhmansya
    • Wakil Mudir: Ust. Fikri Akbar dan Ust. Syaiful Harun

VI. Tantangan & Rancangan Ke Depan

Sebagai lembaga yang bercita-cita internasional, Ma’had menyadari sejumlah tantangan berat yang harus dihadapi, antara lain: 

    1. Tantangan Perubahan Masa Depan dan daya saing global.
    2. Tantangan Kualitas Lulusan yang memiliki ketangguhan sebagai ‘Ulama intelektual.
    3. Tantangan Pengaktualisasian Misi Islam di tengah gejolak dunia, yang merupakan bagian dari jihad (bekerja keras dengan sungguh-sungguh) yang mulia.
    4. Tantangan Pelestarian kemurnian ajaran dengan keberhati-hatian berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadits Shahih.

Sebagai bagian dari dinamika dan program kerja Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS yang dirancang untuk 23 tahun kedepan, Ma’had ini akan mengalami transformasi lokasi yang signifikan. Pusat operasional dan pembinaan Ma’had akan dipindahkan ke Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS Cabang Kabupaten Empat Lawang.

Sementara itu, kompleks YPD AKUIS Pusat yang berlokasi di Jalan Raya Palembang-Pangkalan Balai, Km. 14, Sukajadi Timur, Banyuasin, Sumatera Selatan, akan dikembangkan fungsinya menjadi Islamic Center. Pusat ini akan menjadi pusat operasional untuk kegiatan Perhimpunan Ahlul Halli Wal Aqdi Dunia.

VII. Penutupan

Setelah 14 tahun beroperasi, Ma’had ‘Aqu-Lu el-Muqoffa Al-Islamiy terus berkomitmen meningkatkan kualitas. Harapan terbesarnya adalah mampu mewujudkan sepenuhnya cita-cita sebagai dapur pemikiran dan pusat kajian yang melahirkan tokoh-tokoh dunia berkualitas, yang dapat membawa pengaruh konstruktif dan mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ’alamin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *