Suasana teduh Masjid Al Muttaqin di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, berubah menjadi riuh rendah keceriaan anak-anak pada Senin sore 6 ramadhan 1447/23 Februari 2026 M. Tepat pukul 16.00 WIB, puluhan bocah usia 5 hingga 12 tahun dengan pakaian seragam memadati masjid. Bukan untuk mengaji biasa, mereka adalah peserta Pesantren Ramadhan Anak-Anak yang digelar Yayasan Pendidikan dan Dakwah (YPD) AKUIS Pusat yang bekerja sama dengan pengurus masjid setempat.
Pembukaan kegiatan yang sekaligus menandai dimulainya petualangan seru belajar Al-Islam ini berlangsung penuh semangat. Sebanyak 40 anak, yang merupakan binaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) asuhan Ustadzah Ratna, tampak antusias mengikuti jalannya acara. Selama bulan Ramadhan ini, para santri dari YPD AKUIS yang turun langsung ke lapangan akan mengisi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang jauh dari kesan menegangkan.
Muhammad Ihsan Hibbatullah, santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy tingkat Zu’ama yang duduk sebagai Ketua Pelaksana, mengaku tersentuh melihat sambutan hangat masyarakat setempat. “Jujur, ini pengalaman pertama saya dipercaya menjadi ketua pelaksana. Melihat wajah-wajah ceria adik-adik di Pulau Rimau, semua rasa lelah dan gugup langsung terbayar lunas,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan. Ia pun berpesan kepada seluruh tim pengajar—Rizal Muttaqin, Ahmad Barqi Aimanudin, dan Shalahudin Zamharir—agar mengajar dengan niat tulus dan memberikan pelayanan terbaik.
Perwakilan pengurus Masjid Al Muttaqin, Bapak M. Yasir, dalam sambutannya mengutip hadits Rasulullah tentang kewajiban menuntut ilmu. Ia mengaku sangat berterima kasih atas inisiatif para santri yang bersedia meluangkan waktu berbagi ilmu di pelosok desa. “Anak-anak kami di sini butuh sentuhan. Ilmu Islam yang diajarkan sejak dini ini akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan mereka,” ucapnya penuh harap.
Kegiatan yang berada di bawah tanggung jawab Urusan Kepemudaan YPD AKUIS ini akan berlangsung setiap Senin hingga Rabu selama bulan Ramadhan, pukul 16.00 hingga 17.15 WIB. Materinya komplet, mulai dari hafalan Al-Qur’an, doa harian, praktik sholat, hingga pengenalan bahasa Arab dan Inggris. Tak hanya itu, metode belajar sambil bermain dengan bercerita kisah para rasul dan tebak-tebakan islami dipastikan akan membuat anak-anak tak sabar menanti jadwal belajar berikutnya.
Ramadhan di Pulau Rimau tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang 40 anak yang menemukan cahaya ilmu di sore hari, ditemani para santri yang datang jauh-jauh dari Palembang. Cahaya yang semoga terus bersinar meski Ramadhan nanti berlalu.
Rizal Muttaqin













