Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti Rumah Ust. Agus Hadi, salah satu pengurus YPD AKUIS Cabang Prabumulih. Bukan tanpa sebab, di sinilah digelar Kegiatan Pesantren Ramadhan Anak-Anak tahun 1447 H, sebuah kegiatan yang dirancang khusus untuk anak-anak di lingkungan YPD AKUIS Cabang Prabumulih.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Pengurus Yayasan No. 035/YPDA-KP/Pn.03/B.K/08.47 tentang Pengkondisian Khusus di Lingkungan Komplek Pusat Yayasan pada Bulan Ramadhan dan Syawal. Sebuah bentuk perhatian dari yayasan pusat untuk menciptakan suasana Ramadhan yang kondusif dan bermakna bagi semua kalangan.
Menariknya, kegiatan ini resmi dibuka di Auditorium lalu kegiatan utamanya di kediaman Ust. Agus Hadi. Ada alasan khusus di balik pemilihan lokasi tersebut. Mengingat posisi auditorium yang tepat berada di samping masjid, dikhawatirkan suara riang anak-anak dapat mengganggu kekhusyukan para jama’ah yang sedang mentadabburi Al-Qur’an. Sebuah keputusan bijak yang menunjukkan kepedulian terhadap kenyamanan semua pihak.
“Adanya pesantren Ramadhan ini memang sangat bermanfaat untuk adik-adik di komplek. Selain memberi mereka pengetahuan lebih tentang Islam dan sejarahnya, kegiatan ini juga membantu orang tua untuk lebih tenang dan berkonsentrasi bertadabbur Al-Quran,” ujar Alya Azzahra Nursabrina, salah satu santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy tingkat Zu’ama yang turut menjadi pengajar. “Soalnya kalau tidak ada kegiatan, mereka ributnya masya Allah😊,” tambahnya sambil tersenyum.
Dipenuhi Semangat Para Pemuda
Kegiatan yang berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan ini (pukul 20.30 – 21.30 WIB) dikoordinatori langsung oleh Muhammad Haris, seorang santri Ma’had ‘Aqu-Lu eL-Muqoffa Al-Islamiy kelas 6 yang dipercaya menjadi Ketua Pelaksana. Seluruh kepanitiaan pun diisi oleh para santri Ma’had yang berdomisili di Prabumulih, menunjukkan semangat kepemudaan yang luar biasa dalam mengabdi kepada masyarakat.
Mereka adalah tim pengajar muda yang penuh energi:
- Ahmad Sirojan Munir
- Wafid Ihza Almuqoffa
- Alya Azzahra Nursabrina
- Nurul Asma Putri
- Asiyah Putri Warohmah
Dengan penuh kesabaran, mereka membimbing 10 anak usia 5–12 tahun, yang merupakan putra-putri dari jamaah dan warga lingkungan sekitar.
Belajar Sambil Bermain
Metode belajar yang diterapkan pun sangat ramah anak. Dengan jumlah murid yang hanya sekitar 10 orang, para pengajar bisa lebih fokus dan tidak mengelompokkan anak berdasarkan usia atau kelas. Semua belajar bersama dengan suasana kekeluargaan.
Setiap malam, rangkaian kegiatannya menyenangkan. Setelah pembukaan dan pengarahan singkat dari ketua pelaksana, anak-anak diajak sholat berjama’ah ke masjid. Usai sholat, mereka kembali ke “basecamp” untuk belajar dan mengaji secara bergiliran. Materi yang diajarkan pun beragam, mulai dari bacaan dan praktik sholat, doa sehari-hari, sifat-sifat Allah, Asmaul Husna, mufrodat dan vocabulary, kisah para Nabi dan Sahabat, hingga hafalan surat-surat pendek.
Metode belajarnya asyik! Ada sesi mengulang materi kemarin, setoran hafalan, menulis materi baru yang disesuaikan dengan kemampuan mereka (karena ada yang masih kelas 1 SD), dan sesi spesial kalau ada yang minta diceritakan kisah Nabi atau sahabat. Puncaknya selalu ditunggu: sesi seru-seruan sebelum pulang berupa tebak-tebakan dan games seru. Barulah setelah itu mereka pulang dengan senyum lebar.
Harapan di Akhir Ramadhan
Kegiatan positif ini rencananya akan ditutup pada 26 Ramadhan mendatang. Ada secuil harapan dari para pengajar muda ini.
Pesan Alya mewakili tim pengajar. “Kepada para murid, semoga ilmu yang diberikan selama Ramadhan ini akan selalu membekas, diingat, dan dipraktikkan di kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka tumbuh menjadi generasi Islam yang kenal akan Islam yang sesungguhnya.”
Pesantren Ramadhan ini bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang tumbuh, di mana nilai-nilai Islam ditanamkan dengan penuh keceriaan. Semoga menjadi berkah untuk kita semua! ^v^
Nurul Asma Putri













