Khatib : Ustadz Budi Sartomo
Jum’at, 1 Syawal 1447 H/20 Maret 2026 M
Hakikat Shaum dan Balasannya
Allah mewajibkan shaum Ramadhan sebagai bentuk pengabdian. Rasulullah ﷺ menjanjikan ampunan bagi mereka yang melaksanakan shaum dengan penuh keimanan dan mengharap ganjaran dari Allah semata, sebagaimana sabda beliau:
“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
“Barang siapa bershaum Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Shaum yang hakiki adalah menahan diri dari lapar, haus, syahwat, pandangan, lisan, dan emosi semata-mata karena Allah.
Tujuan Shaum: Meraih Takwa
Allah berfirman: dalam QS. Al-Baqarah [2]: 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu melaksanakan shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Takwa adalah pangkal kemuliaan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat [49]: 13. Ramadhan adalah madrasah yang mengembalikan manusia pada kemuliaan hakiki.
Menjaga Kemuliaan Pasca Ramadhan
Kemuliaan yang diraih di bulan Ramadhan harus dijaga. Jangan sampai setelah Ramadhan, amal saleh ditinggalkan. Ciri orang bertakwa adalah konsisten menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, sebagaimana latihan selama sebulan penuh.
Janji Allah bagi Orang Bertakwa
Allah menjanjikan tiga hal dalam QS. Al-Anfal [8]: 29:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan kepadamu, menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)-mu. Allah memiliki karunia yang besar.”
- Furqan – kemampuan membedakan yang hak dan batil.
- Penghapusan kesalahan – Allah menutupi kekurangan hamba-Nya.
- Ampunan – Allah mengampuni dosa-dosa mereka.
Antara Syukur dan Kesedihan
Kita bersyukur dipertemukan dengan Ramadhan dan diampuni dosa-dosanya. Namun kita bersedih karena tidak tahu apakah masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Karena itu, umur yang tersisa harus diisi dengan keimanan dan ketakwaan hingga akhir hayat.
Konsekuensi Iman dan Takwa
Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf [7]: 96:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami bukakan keberkahan dari langit dan bumi.”
Sebaliknya, jika mendustakan perintah Allah, maka azab akan datang sebagai akibat perbuatan mereka sendiri.
Penutup
Marilah kita istiqamah dalam iman dan takwa, memanfaatkan segala nikmat yang Allah titipkan, hingga kita wafat dalam keadaan husnul khatimah dan memperoleh jannah-Nya.
Ibrahim Abdurrahman Al-Musyaddad













