Bukan sekadar jalan-jalan biasa, demi memperluas wawasan keislaman, mengenalkan sejarah lokal, sekaligus melihat lebih dekat geografis kota Palembang, Tarbiyatul Awaliyah sukses menggelar kegiatan Wisata Edukasi Tahun 1447 H.
Acara seru ini diadakan pada hari Kamis, 4 Dzulhijjah 1447 H (21 Mei 2026) dari jam 08.00 sampai 17.00 WIB. Yang buat spesial, kegiatan rutin tahunan ini sekaligus jadi momen perpisahan yang berkesan bagi 11 santri kelas 6 yang sebentar lagi akan tamat.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Tarbiyatul Awaliyah ‘Aqu-lu eL-Muqoffa (yang merupakan kelanjutan dari jenjang Taman Kanak-Kanak Al-Muqoffa), mereka bersiap untuk naik kelas ke jenjang berikutnya, yaitu Ma’had Al-Islamiy ‘Aqu-lu eL-Muqoffa. Lewat kegiatan wisata ini, anak-anak diajak untuk lebih peduli dan pandai bersosialisasi dengan lingkungan sekitar sebelum mereka fokus belajar di pondok.
Perjalanan seru ini dipimpin langsung oleh Ustadz Ari Hafidz Fathurrahman dan ditemani oleh tim guru serta para Pengurus Tarbiyatul Awaliyah:
- Ustadz Heriyanto
- Ustadz Rahmat
- Ustadz Abdul Malik Al-Izza
- Ustadz Ary Hafiz Fathurrahman
- Ustadzah Balinda
- Ustadzah Endang Septa Rini
- Ustadzah Lely
- Kak Muhammad Ardan Jauhari
- Kak Faza Al-Farisi
Kita intip keseruan petualangan mereka di 5 lokasi berikut!
1. Kunjungan Religi ke Bayt Al-Qur’an Al-Akbar Gandus
Petualangan dimulai dengan kunjungan religi ke Bayt Al-Qur’an Al-Akbar di Gandus. Begitu sampai, anak-anak langsung dibuat takjub oleh kemegahan mushaf raksasa 30 juz (630 halaman) yang dipahat indah di atas kayu Tembesu setinggi 177 cm, lengkap dengan ukiran khas Palembang berwarna cokelat keemasan.
Biar makin seru, Ustadz Abdul Malik Al-Izza menantang anak-anak lewat kuis interaktif! Mereka berlarian ceria mencari letak posisi Surah Al-Fajr di antara lembaran kayu raksasa tersebut. Lewat metode bermain sambil belajar ini, anak-anak tidak hanya belajar mengagumi seni Islami, tapi juga diajak untuk makin cinta, rajin membaca, dan menghafal Al-Qur’an.
2. Berpetualang ke Masa Lalu di Museum “Balaputradewa”
Puas menambah wawasan keislaman, destinasi kedua adalah Museum Negeri Sumatera Selatan “Balaputradewa”. Di sini, ke-11 santri diajak masuk ke ruang edukasi budaya untuk melihat langsung arca-arca batu besar (megalitikum) asli dari Pagaralam dan Lahat.
Tidak cuma itu, mereka juga melihat replika prasasti Kerajaan Sriwijaya, kain Songket kuno, hingga megahnya Rumah Limas tradisional. Lewat kunjungan ini, anak-anak jadi tahu kalau daerah tempat tinggal mereka punya sejarah peradaban yang hebat di masa lalu. Jadi makin bangga tentunya.
3. Istirahat, Shalat, dan Makan Siang di Masjid Agung Palembang
Setelah lelah mengeksplorasi museum, rombongan langsung meluncur ke pusat kota. Mereka mengambil jeda untuk istirahat, makan siang bareng, dan menunaikan ibadah shalat berjamaah di Masjid Agung Palembang.
4. Membakar Semangat Nasionalisme di Monpera 🇮🇩
Memasuki paruh hari, petualangan berlanjut ke Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Bangunan unik berbentuk bunga melati bermahkota lima ini jadi saksi anak-anak belajar sejarah kemerdekaan. Di sini, mereka mendengarkan kisah heroik perjuangan rakyat Palembang dalam melawan penjajah pada peristiwa “Perang Lima Hari Lima Malam“.
Melihat langsung koleksi foto orisinil, pakaian dinas pejuang, senjata tradisional, hingga diorama pertempuran bikin rasa nasionalisme anak-anak langsung berkobar. Mereka jadi paham arti penting persatuan, kerja sama, dan rasa syukur atas kemerdekaan yang harus mereka isi dengan belajar tekun.
5. Santai dan Seru-seruan di Danau Jakabaring Sport Center (JSC)
Sebagai penutup rangkaian wisata edukasi, seluruh rombongan menuju ke Jakabaring Sport Center (JSC). Di sini, suasananya syahdu dan tenang. Para santri dan guru berkumpul di tepi Danau Jakabaring sambil menikmati angin sore.
Momen santai ini jadi penutup yang manis. Anak-anak bisa bebas bercengkerama, jajan, ketawa-tawa melepaskan lelah, sekaligus mempererat tali silaturahmi terakhir mereka sebelum resmi melepas status sebagai santri Tarbiyatul Awaliyah.
Catatan Akhir: Lewat Wisata Edukasi yang seru dan tertib ini, para santri kelas 6 tidak hanya pulang membawa senyuman dan kenangan indah, tetapi juga membawa bekal karakter yang kuat: iman yang kokoh, bangga dengan budaya lokal, paham lingkungan, dan punya jiwa nasionalisme yang tinggi. Selamat dan sukses untuk langkah berikutnya di Ma’had Al-Islamiy ‘Aqu-lu eL-Muqoffa! 🔥 🔥 🔥
Faza Al Farizi

















