Dalam upaya melahirkan “Anak Panah” perjuangan Islam yang siap dilesatkan ke kancah global, Ma’had ‘Aqulu el-Muqoffa Al-Isalmiy menyelenggarakan agenda tahunan Ujian Hafalan Al-Arba’in An-Nawawiy bagi santri kelas 6. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Ahad, 23 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan 10 Mei 2026 M di Ruang Musyawarah Gedung Ahlul Halli Wal Aqdi, Kompleks Yayasan Pendidikan dan Dakwah AKUIS Pusat.
Ujian ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum mata pelajaran Hadits Dirayah, melainkan manifestasi dari misi besar Ma’had dalam membentuk profil lulusan yang Ilmiah, Diniyah, dan Kritis.
Hadits sebagai Landasan Aplikatif
Mudir Ma’had, melalui guru mata pelajaran Ustadz. Muhammad Hayyan Mustaqim, menjelaskan bahwa ujian ini berlandaskan pada QS. Az-Zumar, 39 : 23. Beliau menekankan bahwa Al-Qur’an menempati Ruthbah (tingkatan) pertama sebagai dasar normatif, sementara Al-Hadits merupakan dasar hukum yang bersifat aplikatif.
“Sebagai calon pemimpin asli (Ra’un), santri harus memiliki kematangan intelektual dan kepribadian yang utuh. Menghafal dan memahami Hadits Al-Arba’in An-Nawawiy adalah langkah awal bagi mereka untuk mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan umat di tengah tantangan hedonisme dunia,” ungkap Ustadz. Muhammad Hayyan Mustaqim.
Metode Ujian dan Ketangguhan Santri
Ujian dilakukan dengan standar ketelitian yang tinggi untuk memastikan kualitas hafalan para santri. Para tim penguji memberikan pertanyaan secara acak kepada peserta, di mana setiap santri diwajibkan melafalkan 42 hadits secara lengkap beserta artinya tanpa keraguan.
Tim penguji yang terdiri dari Ustadz. Muhammad Hayyan Mustaqim, Ustadz. Ahmad Ulya Qomaru Zaman, dan Ustadz. Fikri Akbar (Wakil Mudir Kesantrian), sebanyak enam santri kelas 6 diuji ketangguhan hafalan, mereka adalah:
- Satria Ramadhan
- Ad Dini Al Maziyah
- Umi Lailatul Hasanah
- Khairunisa
- Aulia Bilqis Lathifa
- Nada Syahidah
Keenam santri ini dipersiapkan untuk menjadi “mata rantai” sejarah yang mampu menguasai ilmu pengetahuan universal, mulai dari tingkatan eksak hingga absolut abstrak.
Menuju Transformasi Global
Kegiatan ini sekaligus menandai konsistensi Ma’had yang telah berjalan selama 14 tahun sejak didirikan pada 1433 H. Sejalan dengan rencana strategis 23 tahun ke depan, Ma’had ‘Aqulu el-Muqoffa Al-Isalmiy terus memacu kualitas lulusannya agar memiliki daya saing internasional dan ketangguhan sebagai ulama intelektual.
Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan transformasi besar, di mana pusat operasional Ma’had akan dipindahkan ke Kabupaten Empat Lawang. Sementara itu, lokasi saat ini di Banyuasin akan dikembangkan fungsinya menjadi Islamic Center dan pusat operasional bagi Perhimpunan Ahlul Halli Wal Aqdi Dunia.
Dengan selesainya ujian ini, para santri diharapkan mampu menjadi pemandu umat dunia yang membawa misi Islam sebagai Rahmatan lil ’Alamin, sesuai dengan visi Ma’had untuk membangun peradaban di atas janji Allah.
Muhammad Barca










