Menjadi bagian dari penjaga Al-Quran adalah sebuah kemuliaan yang tidak ternilai harganya. Sebagaimana janji Allah SWT dalam QS. Al-Hijr ayat 9: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya,” ikhtiar menjaga kemurnian mukjizat tersebut kini tengah dijalankan oleh para generasi muda Santri Tarbiyatul Awaliyah ‘Aqulu el-Muqoffa.
Pada Selasa, 11 Mei 2026/ 24 Dzulqa’dah 1447 H di Kantor Tarbiyatul Awaliyah ‘Aqulu El-Muqoffa, sebanyak 14 santri pilihan mengikuti Ujian Tahfiz Tarbiyatul Awaliyah Tahun 1447 H. Kegiatan tahunan ini bukan sekadar ujian kenaikan kelas, melainkan momentum pembuktian dedikasi santri dalam upayah menjaga lafaz dan makna Al-Qur’an hingga akhir zaman.
Proses Ujian yang Menguji Ketelitian
Di bawah arahan Ust. Muhammad Abdul Malik Al-Izza selaku Ketua Pelaksana sekaligus moderator, para santri diuji secara komprehensif oleh tim penguji, yaitu Ustazah Balinda dan Ustazah Miftahul Rahmah.
Metode ujian yang diterapkan meliputi:
- Sambung Ayat: Menguji kelancaran dan kekuatan hafalan.
- Baca Surat Pilihan: Menilai kefasihan tartil pada surat-surat pendek di Juz 30.
- Tanya Jawab Tajwid: Fokus pada hukum bacaan Ikhfa dan Izhar guna memastikan santri tidak hanya hafal, tapi juga benar dalam pelafalan.
Capaian Membanggakan
Hasil ujian menunjukkan progres yang sangat positif. Dari 11 santri kelas 6, sebanyak 8 santri telah berhasil menuntaskan hafalan Juz 30, sementara 3 lainnya kini sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Keberhasilan ini menjadi bekal berharga bagi mereka yang akan segera melanjutkan jenjang pendidikan ke Ma’had Al-Sialmiy ‘Aqulu El-Muqoffa.
Prestasi serupa juga ditunjukkan oleh adik kelas mereka. Sebanyak 3 santri dari kelas 5 yang mengikuti ujian ini sukses menyelesaikan hafalan Juz 30 dengan hasil yang memuaskan.
Mencetak Generasi Qurani
Ust. Heriyanto selaku Mudir Tarbiyatul Awaliyah menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang kenaikan kelas untuk menjaring bakat-bakat penghafal Al-Quran sejak dini.
“Kami berharap ujian ini menjadi motivasi besar bagi seluruh santri. Tidak hanya sekadar hafal, namun mereka diharapkan mampu membaca Al-Qur’an dengan kualitas bacaan yang baik dan benar, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang memuliakan dan dimuliakan oleh Al-Qur’an,” ujar Ust. Heriyanto.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Pendidikan dan Dakwah Akuis terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang berakhlaq dan berilmu, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan mereka.
Muhammad Ardan Jauhari













